SEKAPUR SIRIH

MAHA DAYA DIRI adalah suatu upaya mensyukuri nikmat yang terstruktur  dan diimplemantasikan pada langkah-langkah kehidupan.
MAHA DAYA DIRI adalah suatu upaya untuk menyeimbangkan agar semua potensi yang telah ALLAH SWT limpahkan dapat termanfaatkan secara bijak, benar dan mampu membgi solusi untuk kemajuan diri atupun orang lain. 
MAHA DAYA DIRI adalah kekuatan serta sumber potensi di diri kita yang seringkali kita tidak yakin sehingga just gone with the wind, without nothing.
MAHA DAYA DIRI adalah gambar kesempurnaan ALLAH SWT, yang ditunjukkan agar memberikan kemuliaan, sebagai garis penegas bahwa kita ini benar-benar mahluk terpercaya yang membawa amanah sebagai pemulia kehidupan, serta sekaligus khalifah atas mahluk-Nya.

ANDA BERADA DIMANA ?

SUDAH SAATNYA KITA SEMUA MULAI PERCAYA AKAN KEMAMPUAN DIRI MENUJU MANUSIA YANG BERMARTABAT, BERDAYA DAN BERHASIL GUNA.

Mulailah kita membedakan mana pecundang dan mana pemenang.

Saya dan Anda telah memperjalankan begitu banyak waktu, kepedihan, perjuangan yang berbuah pengalaman, haruskah kita masih sibuk tidak karuan dalam merangkai “KEBAHAGIAAN” ?

Mari kita bangkit bersama, untuk menabur cinta serta kasih sayang dari RUMAH yang kita bangun untuk menunjukkan kebenaran kenapa KITA (saya dan anda) ADA.

Mari kita kenali Maha Daya Diri yang telah ada pada jiwa dan raga ini untuk menciptakan KEMULIAAN pada proses waktu perjalanan kehidupan kita.

 

Salam Kemuliaan,

Penagih Hutang

Kata ini memang menjadi hal yang menakutkan bila kita memang saat kita belum ada kecukupan untuk membayar hutang. Begitu banyak hal ini terjadi. Bila dihitung dalam 1 menit diseluruh dunia dapat kita imajinasikan berapa banyak orang yang mengalaminya. Bila hal ini menimbulkan kecemasan dan aura ketakutan, maka bayangkan di seluruh muka bumi ini betapa hawa kecemasan dan ketakutan yang menyelubungi bumi kita ?
Berapa banyak kehidupan yang mengalami distorsi. Berapa banyak kebahagiaan yang terampas ? Dan berapa banyak kehidupan miskin dan melaratnya jiwa terjadi karena hal ini, dan terciptanya kecemasan yang sengaja diciptakan meski tanpa sadar. Kita dimana ? Baca lebih lanjut

Salah Belok

SALAH BELOK adalah kelumprahan yang senantiasa kita harus hadapi. Banyak hal yang terjadi karena salah belok. Bagaimana kita melihat salah belok sebagai element pemuncul maha daya diri kita ? Simak selengkapnya. Baca lebih lanjut

KERAGUAN YANG MENGHANCURKAN

Di sela suatu perjalanan waktu aku menghela nafas panjang, ketika seorang sahabat berkunjung dan bercerita tentang gelombang-gelombang bahkan badai yang di hadapi dalam hidupnya. Sepertinya apa yang dia lakukan, membawa beban yang begitu beratnya dari waktu ke waktu.
Pertanyaan yang aku dapat dan dilontarkan kepadaku adalah, “Kenapa saya mesti membawa ini semua ? Benarkah saya tidak seberuntung mereka, gumamnya ?
Ketika aku tersenyum dengan semua brondongan pertanyaan itu, diapun ikut tersenyum.
Air putih yang aku hidangkan seperti memberikan dorongan kesegaran yang luar biasa. Bahkan sapaan yang begitu renyah saat dia membagi kata dengan anakku yang tiba-tiba ikut nimbrung kemudian berlalu sambil mempertanyakan keadaan anaknya yang kadang sering bermain dengannya.
Setelah sebegitu banyak hal dan keluh kesah keluar, sahabatku ini agak tenang, meski masih menerawang jauh. Sambil mengambil sebuah buku yang sengaja saya tulis untuk membantu saudara-saudaraku agar tidak merasa sendiri dan terbebani dalam memperjalankan kehidupannya.
” Aku mesti pulang, kasihan anak dan isteriku mungkin agak gelisah menunggu kepulanganku”, katanya. “Aku ingin mendengar suatu hal agar dapat semakin menyejukkan, selain ketertarikanku pada buku saku ini, bila kamu tidak berkeberatan sambungnya.

Sejenak aku merasa terbayang akan masa laluku yang mungkin nyaris sama atau bahkan lebih dalam dari sahabatku ini. Kegalauan yang nyaris tanpa batas dari waktu ke waktu harus aku hadapi. Kadang aku berlari tanpa arah hanya untuk menghindar dari tekanan yang begitu luar biasanya ini. Nada kecewa kadang terungkap karena merasa diri tidak bersalah, merasa orang paling sengsara, merasa paling benar, merasa tidak berdosa, merasa paling banyak berbuat baik, merasa sakit hati karena dikhianati, dan merasa-merasa segala kecamuk yang pada intinya tidak dapat menerima kenapa ini menimpa saya. Perang bathin ini harus aku alami dalam rentang waktu 24x365x4= …. jam ?!?!.
Begitu banyak yang harus aku selesaikan, sementara aku hanya meratapi nyaris tidak melakukan apa-apa… kalaupun melakukan hal, seperti memberi garam dalam lautan luas.
Banyak buku yang telah dibaca, banyak orang-orang telah didatangi. Tetapi kenapa belum juga selesai ? Terus berputar-putar pada level seperti itu. Mencari-cari, bermimpi, berkhayal. Ingin serba instant, berharap serta berandai-andai, seperti dongeng dengan keajaibannya. Hingga pada suatu titik yang akhirnya aku menemukannya.

Dan sekarang, inilah yang ingin aku bagi bersama dengan siapapun yang membutuhkannya.
Saya selalu menekankan pada para sahabat yang senantiasa berkomunikasi positip, dan juga untuk sejenak kontemplasi, serta berkeyakinan bahwa kita sedang dibawa ke suatu area dimana Allah menyentuhku (kita) di semua aspek hidup dan kehidupan kita. Allah berkomunikasi dengan bahasa yang penuh Kelembutan, Keperkasaan, Keanggunan, Kekuasaan, Keadilan, Kebijaksanaan, Kasih-sayang, Maha memberi, Maha Konsisten, Tepat waktu, dan Maha dibutuhkan, serta berbagai kebaikan yang tak terurai oleh kata-kata.
Pada area ini, atau titik kulminasi kita, maka kita akan melihat suatu hal diluar kemampuan kita yang merupakan pembenaran sekaligus penegasan bahwa Allah itu berbeda dengan mahluknya. Bahwa Maha kebenaran Allah adalah tidak terbantahkan serta terkatakan (nikmatnya jauh lebih banyak dari perbendaharaan kata-kata kita).

Jangan bangun keraguan !, keraguan akan menghancurkanmu. Baik itu hubunganmu dengan Allah SWT, rasa percaya dirimu, sahabatmu, hidupmu, ataupun semua aktifitasmu.
Hapus keraguan dengan sikap sabar, dan keyakinan didirimu. Tidak ada kata menyerah. Terima dengan lapang dada dan hadapi saja. Yakin 100% bulat utuh. Buku itu sebagai referensi penyejukmu, disamping doa serta spritualitasmu, dan hubunganmu dengan Allah yang terus engkau bangun.
Untuk merubah kehidupan harus ada kuncinya. Ilmu adalah kunci untuk membuka kebaikan kehidupan di dunia dan di akhirat.

Bila tidak ada lagi yang kita pertentangkan dalam pikiran, hati maka kenapa kita mesti bangun keraguan ? Kenapa mesti ada perilaku menyimpang ? Bisakah kita bangun komunikasi yang segaris antara pikiran, ucapan, hati, dan tindakannya ?
Kita tidak sedang bercerita tentang mengubah dunia, tetapi kita sedang membangun kekuatan diri. Membuat diri menjadi siap dengan segala fenomena yang kita hadapi dalam perjalanan waktu hidup.
Bila diri kita sudah mampu mengakumulasikan semua potensi dan kemahadayaan diri maka proses pembelajaran kehidupan akan semakin membuat kita semakin tersenyum, arif , dan ramah kepada hati, diri dan kehidupan kita. Dan insya allah sadar kemana kita akan berjalan.
( disadur dari buku ; MANUSIA TANPA IDENTITAS karya Sri Saptono Basuki)

REKONSILIASI HATI SAAT PILKADA USAI

Pernah dimuat oleh Pos Belitung edisi: Selasa, 15 Juli 2008 WIB

Penulis: Sri Saptono Basuki (Personal Konsultan & Trainer Maha Daya Diri)

PILKADA di berbagai daerah ada yang usai, ataupun baru akan mulai. Putra-putra bangsa mencoba menawarkan diri untuk menjadi pelaksana dan sekaligus pemimpin. Berbagai daya serta upaya telah dilaksanakan agar mendapat simpati dengan program dan segala bentuk daya pikat kepada seantero masyarakat. Rangkaian dari prosesi ini tentunya belum selesai.

Bila ini sebuah kompetisi maka akan ada yang kalah dan yang menang. Bila ini adalah awal suatu harapan bersama maka ayunan langkah akan masih terus dijalani. Bila ini adalah pesta cinta bersama maka biarkanlah bunga-bunga cinta ini menjadi bibit kemuliaan yang akan menumbuhkan pohon cinta nan penuh kebaikan.

Adalah kita yang telah melakukan prosesi ini dengan kearifan, yang akan melihat dan menentukan arah mana proses ini akan bergulir. Tidak menutup kenyataan bahwa begitu banyak hal yang telah dikeluarkan dalam menjalani prosesi pilkada. Mulai dari waktu, materi, konsepsi berfikir, perasaan, bahkan hal-hal kecil lainnya yang tidak terhitungkan, mungkin. Sejenak irama kehidupan memasuki beat yang didendangkan pada waktu itu. Baca lebih lanjut

RESOLUSI DI TAHUN YANG BARU

Sebagai Resolusi untuk menghadapi pergantian tahun ini, saya ingin menyampaikan ulang tulisan dari Prof Dr Yunahar Ilyas yang diterbitkan di harian Republika (on line) hari Sabtu, 26 November 2011 06:07 WIB semoga hikmah dan intisarinya menjadi resolusi kita bersama untuk segala hal.

Cukup Allah sebagai Pelindung: Kisah Hamka di Penjara Sukabumi

Setelah Pemilihan Umum Pertama (1955), Hamka terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante dari Masyumi mewakili Jawa Tengah. Setelah Konstituante dan Masyumi dibubarkan, Hamka memusatkan kegiatannya pada dakwah Islamiah dan memimpin jamaah Masjid Agung Al-Azhar, di samping tetap aktif di Muhammadiyah. Dari ceramah-ceramah di Masjid Agung itu lah lahir sebagian dari karya monumental Hamka, Tafsir Al-Azhar.
Zaman demokrasi terpimpin, Hamka pernah ditahan dengan tuduhan melanggar Penpres Anti-Subversif. Dia berada di tahanan Orde Lama itu selama dua tahun (1964-1966). Dalam tahanan itulah Hamka menyelesaikan penulisan Tafsir Al-Azhar.
Waktu menulis Tafsir Al-Azhar, Hamka memasukkan beberapa pengalamannya saat berada di tahanan. Salah satunya berhubungan de ngan ayat 36 Surah az-Zumar, “Bukan kah Allah cukup sebagai Pelindung hamba-Nya…”. Pangkal ayat ini menjadi perisai bagi hamba Allah yang beriman dan Allah jadi pelindung sejati.
Sehubungan dengan maksud ayat di atas, Hamka menceritakan pengalaman beliau dalam tahanan di Sukabumi, akhir Maret 1964. Berikut kutipan lengkapnya. “Inspektur polisi yang memeriksa sambil memaksa agar saya mengakui suatu kesalahan yang difitnahkan ke atas diri, padahal saya tidak pernah berbuatnya. Inspektur itu masuk kembali ke dalam bilik tahanan saya membawa sebuah bungkusan, yang saya pandang sepintas lalu saya menyangka bahwa itu adalah sebuah tape recorder buat menyadap pengakuan saya.”
“Dia masuk dengan muka garang sebagai kebiasaan selama ini. Dan, saya menunggu dengan penuh tawakal kepada Tuhan dan memohon kekuatan kepada-Nya semata-mata. Setelah mata yang garang itu melihat saya dan saya sambut dengan sikap tenang pula, tiba-tiba kegarangan itu mulai menurun.”
“Setelah menanyakan apakah saya sudah makan malam, apakah saya sudah sembahyang, dan pertanyaan lain tentang penyelenggaraan makan minum saya, tiba-tiba dilihatnya arlojinya dan dia berkata, Biar besok saja dilanjutkan pertanyaan. Saudara istirahatlah dahulu malam ini, ujarnya dan dia pun keluar membawa bungkusan itu kembali.
Setelah dia agak jauh, masuklah polisi muda (agen polisi) yang ditugaskan menjaga saya, yang usianya baru kira-kira 25 tahun. Dia melihat terlebih dahulu kiri kanan. Setelah jelas tidak ada orang yang melihat, dia bersalam dengan saya sambil menangis, diciumnya tangan saya, lalu dia berkata, Alhamdulillah bapak selamat! Alhamdulillah! Mengapa, tanya saya. Bungkusan yang dibawa oleh Inspektur M itu adalah setrum. Kalau dikontakkan ke badan bapak, bapak bisa pingsan dan kalau sampai maksimum bisa mati.
Demikian jawaban polisi muda yang ditugaskan menjaga saya itu dengan berlinang air mata. Bapak sangka tape recorder, jawabku sedikit tersirap, tetapi saya bertambah ingat kepada Tuhan. Moga-moga Allah memelihara diri Bapak. Ah! Bapak orang baik, kata anak itu.
Dalam menghadapi paksaan, hinaan, dan hardikan di dalam tahanan, Hamka selalu berserah diri kepada Allah SWT. Termasuk ketika Inspektur M datang membawa bungkusan malam itu, Hamka tetap dengan pendirian. Bukankah Allah cukup sebagai pelindung hamba-Nya.

 

Sumpah (Serapah) Pemuda

Sekarang ini sudah 83 tahun dari awal pemuda Indonesia melakukan sumpahnya, sumpah pemuda. Setelah sumpah amukti palapa Gajah Mada, sumpah pemuda dianggap sebagai sumpah sakti yang mampu membangunkan harapan dan bergulir sebagai kekuatan seperti bola salju yang akan bergulir membesar. Sumpah Jabatan yang diharapkan akan mampu untuk menunjukkan tingkat dedikasi, amanah, dan profesionalisme telah terjun bebas mencapai titik nadir. Penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan, korupsi menjadi hiasan berita keseharian. Karena hal itu maka sumpah para pemuda di tahun ini tersimbol sebagai Sumpah (Serapah) Pemuda.

Gerakan neoliberalisme sudah mengubah semua kultur, etika, cara padang hidup  berbangsa dan bernegara. Jurang perbedaan kaya dan miskin adalah produk atas gerakan – gerakan perubahan yang kini terjadi. Ketika pucuk pimpinan tidak mampu menempatkan diri sebagai Bapak Bangsa yang mampu melakukan akselerasi atas perubahan yang sejalan dengan harapan anak negeri, maka pembangunan akan kehilangan makna dari arti sejatinya.

Marginalitas suatu kelompok akan sangat mudah tercipta. Di era transpormasi dan dunia yang makin menglobal maka sudut pandang seseorang akan cepat terwakili. Opini umum akan sangat beragam. Bahkan media secara perlahan mulai menjadi agen perubahan cara pandang bahkan sangat mungkin mind set seseorang.

Sumpah (serapah) Pemuda atas kondisi ini akan sangat mungkin terhitung dalam hitungan detik, menit di seantero negeri. Alam demokrasi yang dikritik oleh Plato sebagai alam kepentingan suatu pihak dengan mengatasnamakan pihak lain mungkin semakin memperjelas, bahwa tidak ada musuh yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.

Esok masih ada. Salah satu dari sekian jawaban bahwa kenapa Tuhan menciptakan hari esok ? adalah harapan. Dan kehidupan menjadi seakan mati bila harapan itu tak akan pernah ada di esok lusa atau esok benar – benar end.

Saya dan anda menjadi orang yang bersyukur kepada Tuhan akan adanya hari esok, karena kita menjawab harapan melalui perubahan kecil di diri sendiri untuk mencapai perubahan besar bagi orang – orang yang kita cintai.

KUALITAS, DAN SUDUT PANDANG OWNER PERUSAHAAN

Perubahan adalah hal yang pasti terjadi dan harus dihadapi, salah satu tinjauan mengenai hal tersebut adalah apa yang disampaikan oleh Iwan Setiawan Lukminto, Presiden Direktur dari SRITEX Group yang membawahi +/- 35.000 orang pekerja. Dan merupakan perusahaan tekstil terpadu yang terbesar di Asia Tenggara. Pada apel karyawan tanggal 17 Oktober 2011 lalu.

Pandangan – pandangan dari lulusan Boston USA ini sangat signifikant. Ditangan dinginnyalah sekarang Sritex melayani 27 Negara yang kebutuhan army uniform dipenuhi oleh Sritex. Ini adalah peningkatan 11 negara selama kurun waktu 4 tahun atau diawal-awal beliau memegang jabatan (tahun 2007 baru 16 negara). Dan lebih dari 40 negara yang telah bermitra akan kebutuhan tekstil dan garment dengan PT. Sritex. Ini adalah rangkuman pidato dan pernyataannya.

Sebagai salah satu bagian penting dalam manajemen dan pengendalian produk, adalah Kualitas.

Untuk itu tidak henti – hentinya saya mengingatkan dan mengajak seluruh karyawan, staf dan jajaran manajemen agar fokus dan senantiasa konsisten terhadap kualitas.

Salah satu bentuk upaya perbaikan terhadap mutu/kualitas (improvement effort), maka saya mengajak saudara –saudara untuk meninjau beberapa upaya dalam rangka keberhasilan kualitas (quality success).

  • Kualitas adalah suatu company wide process.

Artinya, kualitas itu terkait pada semua aspek proses produksi secara luas. Sehingga masing – masing tahapan proses harus terfokus dan bertanggung jawab pada kualitas.

  • Kualitas adalah apa yang dikatakan pelanggan.

Artinya, produk yang berkualitas adalah produk yang dapat diterima oleh pelanggan karena hal tersebut yang menjadi keinginan para pelanggan itu.

  • Kualitas membutuhkan antusiasme bersama individu-individu dan tim kerja.

Artinya, untuk mencapai kualitas yang prima harus melibatkan kerjasama dan kesungguhan setiap orang, baik secara individu maupun secara tim work. Karena untuk mencapai kualitas yang prima tersebut, harus terintegrasi antara satu dan lainnya.

  • Kualitas membutuhkan perbaikan terus menerus (continuous improvement).

Artinya, tiada hari tanpa meningkatkan kualitas. Pengembangan kualitas harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan teknologi serta perkembangan produk.

  • Kualitas adalah way of management.

Artinya, pencapaian kualitas produk yang dapat diterima oleh pelanggan merupakan cerminan dari organisasi perusahaan tersebut dalam me-manage standar kualitas produknya.

  • Kualitas adalah suatu etika.

Artinya, dalam berbisnis kualitas produk dan kualitas management, sangatlah penting untuk dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan perusahaan tersebut.

Semakin tinggi standar kualitas yang bisa dicapai, berarti semakin tinggi pula komitmen perusahaan tersebut dalam hal tanggung jawab kualitas. Maka secara etika bisnis, perusahaan tersebut dapat dinilai sangat baik.

  • Kualitas diimplementasikan dengan suatu sistem total yang dikaitkan dengan pelanggan (customers) dan pemasok (suppliers).

Artinya, kualitas yang baik adalah kualitas yang telah disepakati antara keinginan pelanggan dan kemampuan produsen dalam pencapaian standar kualitas yang telah disepakati tersebut.

Filosofi manajemen perbaikan total (total improvement management), dapat melalui upaya – upaya tersebut di atas.

Hal ini sebagai bentuk dari semangat kita untuk tetap dapat bersaing dalam bisnis yang cenderung semakin ketat.

Upaya – upaya tersebut di atas, juga merupakan salah satu bentuk Strategic Management System  sebagaimana yang pernah kami sampaikan bulan lalu.

Dan Strategic Management System harus secara aktif diadakan peninjauan terhadap visi, sasaran dan target yang harus dicapai oleh perusahaan ini.

Sehingga seluruh rangkaian proses produksi yang menyangkut kualitas produk dapat memenuhi kaidah dan persyaratan pelanggan yang pada akhirnya dapat memberi kepuasan pada pelanggan.

Semoga tulisan ini akan dapat menjadi inspirasi kita semua dalam memperjalankan bisnis kita menghadapi perubahan jaman dan trend yang ada. Dan yang paling baik adalah dengan belajar dari seorang yang benar – benar ahli. Semoga.

Tak Ada Yang Sia – Sia

Solo Keroncong Festival, yang di gelar di halaman depan pasar Triwindu atau Ngarsopuro kota Solo betul – betul menyejukkan.  Suasana keakraban benar – benar terbangun oleh kegiatan tersebut. Masyarakat dari berbagai kalangan menikmati suasana itu. Orang tua, anak muda dan anak – anak pun ikut meramaikan.

Bukan Solo Keroncong Festival yang akan kita bahas, tetapi sebuah kejadian yang terjadi pada saat yang bersamaan di tempat itu.

Pada setiap keramaian seperti itu senantiasa akan ramai pula penjaja barang mainan, minuman, dan bahkan makanan yang ikut memeriahkan suasana tersebut. Selama ini mungkin kita melihat aspek bahwa hal itu hanya semata karena dorongan ekonomi belaka. Sebagaimana pepatah mengatakan ada gula ada semut. Mereka ada karena melihat peluang dan pasar yang mungkin akan mereka dapatkan dikeramaian tersebut. Bergerak – gerak dan bergerak agar roda dapur juga ikut ngebul.

Benarkah bahwa hanya faktor ekonomi saja ?

Kita sering mendengar bahwa semua proses yang ada dan berjalan dalam kehidupan ini tidak pernah sia – sia. Dan semua aktifitas itu pasti juga akan mengalir pada satu muara.

Ada sekeluarga muda bersama anaknya yang berusia 3 tahun ikut hanyut menonton acara tersebut, tetapi karena dunia anak yang berbeda maka si anakpun cepat merasa bosan, dan cenderung untuk bebas, akhirnya menangis yang lumayan keras. Suasana di sekitarnya menjadi tidak nyaman untuk yang lainnya. Si ayah pun segera mengendong anak itu keluar dari area penonton, dan membawa berjalan jalan untuk menenangkan. Cukup lama juga dan akhirnya mereka kembali ke tempat tadi dengan anaknya yang tersenyum lebih ceria dengan mainan ditangannya. Anak inipun sampai terpulas saat kedua orang tua mereka memutuskan untuk pulang sebelum acara selesai.

Tukang mainan tersebut sangat mungkin hanya melihat factor ekonomi, dengan menjajakan mainan untuk memikat keinginan anak – anak kecil. Tetapi di kejadian tersebut tidak hanya factor ekonomi saja yang terpenuhi tetapi juga keseimbangan terhadap hal yang lain. Orang tuanya juga masih bisa menikmati festival tersebut termasuk juga penonton di sekitarnya. Dan si anak gembira sampai terlelap dengan mainannya, melupakan kepenatan awal yang dia dapatkan sebelumnya.

Inilah yang menegaskan bahwa semua rangkaian aktifitas ini terkait sebagaimana mata rantai. Kehidupan terus akan saling mengisi dan melengkapi meski seberapa banyak kegiatan yang mungkin saja ada dan timbul.

Kehidupan ini selalu menyediakan alternatif. Seperti kita yang semestinya juga menjadi alternatif kebaikan dalam kehidupan.

BOM SOLO, DAN YANG TERLUKA

Peristiwa hari minggu di daerah Kepunton Solo, tepatnya di GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuhnya ) benar – benar membuat shock dan luka. Luka ini tidak hanya bagi mereka jemaat gereja tersebut secara langsung, tetapi juga masyarakat Kepunton, masyarakat Solo, dan bangsa Indonesia.

Solo adalah kota yang sangat terbuka, kultur masyarakatnya adalah proses peralihan dari kultur petani ke dalam kultur masyarakat pedagang. Sebagai daerah pedalaman yang sangat ramai dengan perdagangan melalui sungai bengawan solo masa dulu, solo sudah tercatat sebagai bandar perdagangan. Kawasan batik laweyan adalah bentuk heritage yang menjelaskan hal tersebut. Sebagai kota dagang, masyarakat solo akan sangat terbuka, ramah, santun dengan siapapun yang masuk ke kota. Mereka menekan semua persepsi negative bagi pendatang yang masuk. Inilah kekuatan sekaligus kelemahan yang ada dalam proses budaya kota Solo. Idiom budaya yang disampaikan adalah blankon solo mentholnya dibelakang, ataupun orang Solo (Jawa) akan selalu menaruh kerisnya di belakang untuk kesehariannya, tetapi tidak akan ragu pada momen tertentu menaruh ke depan siap untuk puputan.

 

Meminjam istilah pak Walikota bahwa, Solo saat saat ini sedang terus membangun bangunan perahu kesamaan dalam keberagaman untuk mengatasi badai jaman yang acap kali lepas dari prediksi awal.  Bangunan tersebut tidak boleh rusak, koyak, bahkan hancur. Solo masih aman, gudeg ceker Margoyudan masih tetap buka dari malam sampai pagi, nasi hik,  intip goreg, belut goreng, kripik ceker semua masih produksi. Pasar klewer masih terus berdenyut, batik laweyan terus berbenah menyapa para pengunjung. Tidak ada yang berubah. Yang ada adalah setitik air mata atas luka akibat ada “saudara yang sakit” yang mungkin Tuhan lebih tahu bagaimana menyembuhkan sakitnya itu.

Kita memang marah, tapi untuk apa ? Kalau kemarahan itu hanya akan merugikan kita sendiri. Membuang energi kita, waktu kita dan juga harapan serta cita – cita di masa depan.
Secara psikologis dan medis, kemarahan merupakan suatu sikap emosional yang berdampak negatif pada jantung. Saat marah, terjadi perubahan fisiologis seperti meningkatnya hormon adrenalin yang akan memengaruhi kecepatan detak jantung dan menambah penggunaan oksigen. Kemarahan akan memaksa jantung memompakan darah lebih banyak sehinga bisa mengakibatkan tingginya tekanan darah. Akibatnya bisa fatal bila pemarah tersebut memiliki penyakit darah tinggi atau jantung.

Kemarahan yang akan dibangun adalah kemarahan positip, dimana seluruh energi, waktu difokuskan pada penyelesaian efek domino atas kejadian tersebut. Struktur ekonomi Solo harus terus tetap diperhatikan dan dipertahankan. Kesempatan berusaha harus senantiasa dihidupkan, tidak ada istilah mundur untuk semua gerak maju dalam mewujudkan Solo sebagai kota otentik yang penuh dengan kekhasan yang menjual. Solo the future is Solo the past. Tidak ada rasa lelah untuk terus menjaga, membuktikan bahwa solo adalah heritage Indonesia. Solo Bersama Selamanya.

Berebut dan Berebut

Banyak sekali fenomena penampakan foto-foto kejadian yang layak menjadi perenungan di sela jeda hiruk pikuk. Banyak harapan, dogma, paradigma yang dibangun untuk menjadi lebih dari yang lain, menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan selalu ada pembanding yang untuk terus berlari, bersaing, berebut dan berebut. Disederhanakan bahwa kehidupan laksana kompetisi. Bebas memilih, untuk mencapai apa yang selalu dibahasakan sebagai suatu sukses. Manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya. Masa kaya mu sebelum miskin mu, Masa sehat mu sebelum masa sakitmu. Masa muda mu sebelum masa tua mu. Masa longgar mu sebelum masa sempitmu. Para pemuka berupaya agar umatnya menjadi terkemuka, orang tua berebut memposisikan agar generasinya menjadi yang terbaik bahkan lebih baik dari dirinya. Yang kaya dengan segala serta mertanya berstrategi untuk senantiasa tetap berada pada level predikat tersebut.  Normalism. Pengukuhan ini adalahbukti bahwa Homo Homini Lupus tak pernah hilang. Dajjal sudah semakin kasat mata.

Ketika semua berlarian pada track itu, apakah tidak ada jalur lain ? Tentu ada. Kehidupan sudah terposisikan sebagai multiple choice. Ada jalur bus way, tak perduli bagaimana itu harus ada. Atau jalur regular dengan proses macet yang heehem. Atau mungkin kita akan membangun jalur bersama, untuk tidak sekedar menjadi korban pilihan tetapi si empunya pilihan. Seperti kata sahabat saya, jika kita ingin bahagia dan senang, ya bahagia aja sekarang dan saat itu juga. Tanpa harus terlalu pusing dengan atribut yang lainnya. So Enjoy aja lagi.

 

Eman – Eman

Ini bukan nama orang, tetapi adalah rasa yang timbul ketika menghadiri acara tirakatan hari lahirnya sebuah Kota Kabupaten. Begitu banyak hal yang dapat disayangkan dalam momen tersebut.
Sering dikejar oleh pertanyaan kenapa – mengapa – apa tidak semestinya, benar – benar membenamkan ditengah hiruk pikuk kegembiraan yang melimpah ruah.
Mendapatkan undangan atas acara ini, dipandang oleh sebagian orang adalah kesuksesan. Karena kesuksesan adalah pejalanan keluar yang dapat dilihat oleh semua orang sehingga parameter pencapaian jelas.
Sementara kesuksesan sendiri tidak sepenuhnya membangunkan kebahagian.
Saya adalah contoh yang betul betul mengalami. Bahwa kesuksesan saya bersanding dengan para pemangku kebijakan ternyata tidak sepenuhnya membahagiakan, karena saya merasa tidak damai atas hal yang berbenturan dengan kesepakatan batin. Eman – eman semestinya ada yang bisa lebih baik dari ini. Ada yang bisa lebih bahagia sepenuh hati dari pada ini. Saya terima ini karena memang saya bukan sebaik mereka dalam acara kepunyaan mereka. Inilah konsepsi pandang atas kehidupan yang membedakan.
Satu pihak sekedar menjalankan kewajiban dan rutinitas masa lalu, meski senyatanya korelasi dengan masa kini sangat tipis. Ikut absen. Dan hanya mempertebal AKU dan KAMU, so what gitu lho.
Begitulah waktu yang selalu berbias menurut kepentingan atas si empunya kuasa, dan selalu ada pembanding untuk mempertegas. Bahwa hitam dan putih adalah bagian dari harmonisasi. Dan buah itu tumbuh karena ditanam dan diinginkan. Begitu juga kesuksesan dan kebahagiaan.