<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Maha Daya Diri</title>
	<atom:link href="http://mahadayadiri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahadayadiri.wordpress.com</link>
	<description>Melakukan Yang Terbaik, Membangun Kemuliaan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Dec 2011 07:52:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mahadayadiri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Maha Daya Diri</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mahadayadiri.wordpress.com/osd.xml" title="Maha Daya Diri" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mahadayadiri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RESOLUSI DI TAHUN YANG BARU</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/12/26/resolusi-di-tahun-yang-baru/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/12/26/resolusi-di-tahun-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 07:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUTUR KEHIDUPAN]]></category>
		<category><![CDATA[Berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[BIJAKSANA]]></category>
		<category><![CDATA[HAMKA]]></category>
		<category><![CDATA[HIDAYAH]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai Resolusi untuk menghadapi pergantian tahun ini, saya ingin menyampaikan ulang tulisan dari Prof Dr Yunahar Ilyas yang diterbitkan di harian Republika (on line) hari Sabtu, 26 November 2011 06:07 WIB semoga hikmah dan intisarinya menjadi resolusi kita bersama untuk &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/12/26/resolusi-di-tahun-yang-baru/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=203&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai Resolusi untuk menghadapi pergantian tahun ini, saya ingin menyampaikan ulang tulisan dari <strong>Prof Dr Yunahar Ilyas </strong><strong>yang diterbitkan di harian Republika (on line) hari Sabtu, 26 November 2011 </strong>06:07 WIB semoga hikmah dan intisarinya menjadi resolusi kita bersama untuk segala hal.</p>
<h1>Cukup Allah sebagai Pelindung: Kisah Hamka di Penjara Sukabumi</h1>
<p>Setelah Pemilihan Umum Pertama (1955), Hamka terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante dari Masyumi mewakili Jawa Tengah. Setelah Konstituante dan Masyumi dibubarkan, Hamka memusatkan kegiatannya pada dakwah Islamiah dan memimpin jamaah Masjid Agung Al-Azhar, di samping tetap aktif di Muhammadiyah. Dari ceramah-ceramah di Masjid Agung itu lah lahir sebagian dari karya monumental Hamka, Tafsir Al-Azhar.<br />
Zaman demokrasi terpimpin, Hamka pernah ditahan dengan tuduhan melanggar Penpres Anti-Subversif. Dia berada di tahanan Orde Lama itu selama dua tahun (1964-1966). Dalam tahanan itulah Hamka menyelesaikan penulisan Tafsir Al-Azhar.<br />
Waktu menulis Tafsir Al-Azhar, Hamka memasukkan beberapa pengalamannya saat berada di tahanan. Salah satunya berhubungan de ngan ayat 36 Surah az-Zumar, “Bukan kah Allah cukup sebagai Pelindung hamba-Nya&#8230;”. Pangkal ayat ini menjadi perisai bagi hamba Allah yang beriman dan Allah jadi pelindung sejati.<br />
Sehubungan dengan maksud ayat di atas, Hamka menceritakan pengalaman beliau dalam tahanan di Sukabumi, akhir Maret 1964. Berikut kutipan lengkapnya. “Inspektur polisi yang memeriksa sambil memaksa agar saya mengakui suatu kesalahan yang difitnahkan ke atas diri, padahal saya tidak pernah berbuatnya. Inspektur itu masuk kembali ke dalam bilik tahanan saya membawa sebuah bungkusan, yang saya pandang sepintas lalu saya menyangka bahwa itu adalah sebuah<em> tape recorder</em> buat menyadap pengakuan saya.”<br />
“Dia masuk dengan muka garang sebagai kebiasaan selama ini. Dan, saya menunggu dengan penuh tawakal kepada Tuhan dan memohon kekuatan kepada-Nya semata-mata. Setelah mata yang garang itu melihat saya dan saya sambut dengan sikap tenang pula, tiba-tiba kegarangan itu mulai menurun.”<br />
“Setelah menanyakan apakah saya sudah makan malam, apakah saya sudah sembahyang, dan pertanyaan lain tentang penyelenggaraan makan minum saya, tiba-tiba dilihatnya arlojinya dan dia berkata, Biar besok saja dilanjutkan pertanyaan. Saudara istirahatlah dahulu malam ini, ujarnya dan dia pun keluar membawa bungkusan itu kembali.<br />
Setelah dia agak jauh, masuklah polisi muda (agen polisi) yang ditugaskan menjaga saya, yang usianya baru kira-kira 25 tahun. Dia melihat terlebih dahulu kiri kanan. Setelah jelas tidak ada orang yang melihat, dia bersalam dengan saya sambil menangis, diciumnya tangan saya, lalu dia berkata, Alhamdulillah bapak selamat! Alhamdulillah! Mengapa, tanya saya. Bungkusan yang dibawa oleh Inspektur M itu adalah setrum. Kalau dikontakkan ke badan bapak, bapak bisa pingsan dan kalau sampai maksimum bisa mati.<br />
Demikian jawaban polisi muda yang ditugaskan menjaga saya itu dengan berlinang air mata. Bapak sangka tape recorder, jawabku sedikit tersirap, tetapi saya bertambah ingat kepada Tuhan. Moga-moga Allah memelihara diri Bapak. Ah! Bapak orang baik, kata anak itu.<br />
Dalam menghadapi paksaan, hinaan, dan hardikan di dalam tahanan, Hamka selalu berserah diri kepada Allah SWT. Termasuk ketika Inspektur M datang membawa bungkusan malam itu, Hamka tetap dengan pendirian. Bukankah Allah cukup sebagai pelindung hamba-Nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=203&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/12/26/resolusi-di-tahun-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumpah (Serapah) Pemuda</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/28/sumpah-serapah-pemuda/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/28/sumpah-serapah-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUTUR KEHIDUPAN]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini sudah 83 tahun dari awal pemuda Indonesia melakukan sumpahnya, sumpah pemuda. Setelah sumpah amukti palapa Gajah Mada, sumpah pemuda dianggap sebagai sumpah sakti yang mampu membangunkan harapan dan bergulir sebagai kekuatan seperti bola salju yang akan bergulir membesar. &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/28/sumpah-serapah-pemuda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=197&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini sudah 83 tahun dari awal pemuda Indonesia melakukan sumpahnya, sumpah pemuda. Setelah sumpah amukti palapa Gajah Mada, sumpah pemuda dianggap sebagai sumpah sakti yang mampu membangunkan harapan dan bergulir sebagai kekuatan seperti bola salju yang akan bergulir membesar. Sumpah Jabatan yang diharapkan akan mampu untuk menunjukkan tingkat dedikasi, amanah, dan profesionalisme telah terjun bebas mencapai titik nadir. Penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan, korupsi menjadi hiasan berita keseharian. Karena hal itu maka sumpah para pemuda di tahun ini tersimbol sebagai Sumpah (Serapah) Pemuda.</p>
<p>Gerakan neoliberalisme sudah mengubah semua kultur, etika, cara padang hidup  berbangsa dan bernegara. Jurang perbedaan kaya dan miskin adalah produk atas gerakan – gerakan perubahan yang kini terjadi. Ketika pucuk pimpinan tidak mampu menempatkan diri sebagai Bapak Bangsa yang mampu melakukan akselerasi atas perubahan yang sejalan dengan harapan anak negeri, maka pembangunan akan kehilangan makna dari arti sejatinya.</p>
<p>Marginalitas suatu kelompok akan sangat mudah tercipta. Di era transpormasi dan dunia yang makin menglobal maka sudut pandang seseorang akan cepat terwakili. Opini umum akan sangat beragam. Bahkan media secara perlahan mulai menjadi agen perubahan cara pandang bahkan sangat mungkin mind set seseorang.</p>
<p>Sumpah (serapah) Pemuda atas kondisi ini akan sangat mungkin terhitung dalam hitungan detik, menit di seantero negeri. Alam demokrasi yang dikritik oleh Plato sebagai alam kepentingan suatu pihak dengan mengatasnamakan pihak lain mungkin semakin memperjelas, bahwa tidak ada musuh yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.</p>
<p>Esok masih ada. Salah satu dari sekian jawaban bahwa kenapa Tuhan menciptakan hari esok ? adalah harapan. Dan kehidupan menjadi seakan mati bila harapan itu tak akan pernah ada di esok lusa atau esok benar &#8211; benar end.</p>
<p>Saya dan anda menjadi orang yang bersyukur kepada Tuhan akan adanya hari esok, karena kita menjawab harapan melalui perubahan kecil di diri sendiri untuk mencapai perubahan besar bagi orang &#8211; orang yang kita cintai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=197&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/28/sumpah-serapah-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KUALITAS, DAN SUDUT PANDANG OWNER PERUSAHAAN</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/24/kualitas-dan-sudut-pandang-owner-perusahaan/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/24/kualitas-dan-sudut-pandang-owner-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 04:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan adalah hal yang pasti terjadi dan harus dihadapi, salah satu tinjauan mengenai hal tersebut adalah apa yang disampaikan oleh Iwan Setiawan Lukminto, Presiden Direktur dari SRITEX Group yang membawahi +/- 35.000 orang pekerja. Dan merupakan perusahaan tekstil terpadu yang &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/24/kualitas-dan-sudut-pandang-owner-perusahaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=194&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perubahan adalah hal yang pasti terjadi dan harus dihadapi, salah satu tinjauan mengenai hal tersebut adalah apa yang disampaikan oleh Iwan Setiawan Lukminto, Presiden Direktur dari SRITEX Group yang membawahi +/- 35.000 orang pekerja. Dan merupakan perusahaan tekstil terpadu yang terbesar di Asia Tenggara. Pada apel karyawan tanggal 17 Oktober 2011 lalu.</p>
<p>Pandangan – pandangan dari lulusan Boston USA ini sangat signifikant. Ditangan dinginnyalah sekarang Sritex melayani 27 Negara yang kebutuhan army uniform dipenuhi oleh Sritex. Ini adalah peningkatan 11 negara selama kurun waktu 4 tahun atau diawal-awal beliau memegang jabatan (tahun 2007 baru 16 negara). Dan lebih dari 40 negara yang telah bermitra akan kebutuhan tekstil dan garment dengan PT. Sritex. Ini adalah rangkuman pidato dan pernyataannya.</p>
<p>Sebagai salah satu bagian penting dalam manajemen dan pengendalian produk, adalah <strong><em>Kualitas</em></strong>.</p>
<p>Untuk itu tidak henti – hentinya saya mengingatkan dan mengajak seluruh karyawan, staf dan jajaran manajemen agar fokus dan senantiasa konsisten terhadap kualitas.</p>
<p>Salah satu bentuk upaya perbaikan terhadap mutu/kualitas <strong><em>(improvement effort)</em></strong>, maka saya mengajak saudara –saudara untuk meninjau beberapa upaya dalam rangka keberhasilan kualitas <strong><em>(quality success).</em></strong></p>
<ul>
<li>Kualitas adalah suatu <strong><em>company wide process</em></strong>.</li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, kualitas itu terkait pada semua aspek proses produksi secara luas. Sehingga masing – masing tahapan proses harus terfokus dan bertanggung jawab pada kualitas.</p>
<ul>
<li>Kualitas adalah apa yang dikatakan pelanggan.</li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, produk yang berkualitas adalah produk yang dapat diterima oleh pelanggan karena hal tersebut yang menjadi keinginan para pelanggan itu.</p>
<ul>
<li>Kualitas membutuhkan <strong><em>antusiasme bersama individu-individu dan tim kerja</em></strong>.</li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, untuk mencapai kualitas yang prima harus melibatkan kerjasama dan kesungguhan setiap orang, baik secara individu maupun secara tim work. Karena untuk mencapai kualitas yang prima tersebut, harus terintegrasi antara satu dan lainnya.</p>
<ul>
<li>Kualitas membutuhkan perbaikan terus menerus <strong><em>(continuous improvement).</em></strong></li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, tiada hari tanpa meningkatkan kualitas. Pengembangan kualitas harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan teknologi serta perkembangan produk.</p>
<ul>
<li>Kualitas adalah <strong><em>way of management</em></strong>.</li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, pencapaian kualitas produk yang dapat diterima oleh pelanggan merupakan cerminan dari organisasi perusahaan tersebut dalam me-manage standar kualitas produknya.</p>
<ul>
<li>Kualitas adalah suatu <strong><em>etika</em></strong>.</li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, dalam berbisnis kualitas produk dan kualitas management, sangatlah penting untuk dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan perusahaan tersebut.</p>
<p>Semakin tinggi standar kualitas yang bisa dicapai, berarti semakin tinggi pula komitmen perusahaan tersebut dalam hal tanggung jawab kualitas. Maka secara etika bisnis, perusahaan tersebut dapat dinilai sangat baik.</p>
<ul>
<li>Kualitas diimplementasikan dengan suatu sistem total yang dikaitkan dengan pelanggan <strong><em>(customers)</em></strong> dan pemasok <strong><em>(suppliers).</em></strong></li>
</ul>
<p><strong><em>Artinya</em></strong>, kualitas yang baik adalah kualitas yang telah disepakati antara keinginan pelanggan dan kemampuan produsen dalam pencapaian standar kualitas yang telah disepakati tersebut.</p>
<p>Filosofi manajemen perbaikan total <strong><em>(total improvement management)</em></strong>, dapat melalui upaya – upaya tersebut di atas.</p>
<p>Hal ini sebagai bentuk dari semangat kita untuk tetap dapat bersaing dalam bisnis yang cenderung semakin ketat.</p>
<p>Upaya – upaya tersebut di atas, juga merupakan salah satu bentuk <strong><em>Strategic Management System</em></strong>  sebagaimana yang pernah kami sampaikan bulan lalu.</p>
<p>Dan <strong><em>Strategic Management System</em></strong> harus secara <strong><em>aktif</em></strong> diadakan peninjauan terhadap visi, sasaran dan target yang harus dicapai oleh perusahaan ini.</p>
<p>Sehingga seluruh rangkaian proses produksi yang menyangkut kualitas produk dapat memenuhi kaidah dan persyaratan pelanggan yang pada akhirnya dapat memberi kepuasan pada pelanggan.</p>
<p>Semoga tulisan ini akan dapat menjadi inspirasi kita semua dalam memperjalankan bisnis kita menghadapi perubahan jaman dan trend yang ada. Dan yang paling baik adalah dengan belajar dari seorang yang benar – benar ahli. Semoga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=194&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/10/24/kualitas-dan-sudut-pandang-owner-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Yang Sia – Sia</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/30/tak-ada-yang-sia-%e2%80%93-sia/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/30/tak-ada-yang-sia-%e2%80%93-sia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 09:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Solo Keroncong Festival, yang di gelar di halaman depan pasar Triwindu atau Ngarsopuro kota Solo betul – betul menyejukkan.  Suasana keakraban benar – benar terbangun oleh kegiatan tersebut. Masyarakat dari berbagai kalangan menikmati suasana itu. Orang tua, anak muda dan &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/30/tak-ada-yang-sia-%e2%80%93-sia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=191&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solo Keroncong Festival, yang di gelar di halaman depan pasar Triwindu atau Ngarsopuro kota Solo betul – betul menyejukkan.  Suasana keakraban benar – benar terbangun oleh kegiatan tersebut. Masyarakat dari berbagai kalangan menikmati suasana itu. Orang tua, anak muda dan anak – anak pun ikut meramaikan.</p>
<p>Bukan Solo Keroncong Festival yang akan kita bahas, tetapi sebuah kejadian yang terjadi pada saat yang bersamaan di tempat itu.</p>
<p>Pada setiap keramaian seperti itu senantiasa akan ramai pula penjaja barang mainan, minuman, dan bahkan makanan yang ikut memeriahkan suasana tersebut. Selama ini mungkin kita melihat aspek bahwa hal itu hanya semata karena dorongan ekonomi belaka. Sebagaimana pepatah mengatakan ada gula ada semut. Mereka ada karena melihat peluang dan pasar yang mungkin akan mereka dapatkan dikeramaian tersebut. Bergerak – gerak dan bergerak agar roda dapur juga ikut ngebul.</p>
<p>Benarkah bahwa hanya faktor ekonomi saja ?</p>
<p>Kita sering mendengar bahwa semua proses yang ada dan berjalan dalam kehidupan ini tidak pernah sia – sia. Dan semua aktifitas itu pasti juga akan mengalir pada satu muara.</p>
<p>Ada sekeluarga muda bersama anaknya yang berusia 3 tahun ikut hanyut menonton acara tersebut, tetapi karena dunia anak yang berbeda maka si anakpun cepat merasa bosan, dan cenderung untuk bebas, akhirnya menangis yang lumayan keras. Suasana di sekitarnya menjadi tidak nyaman untuk yang lainnya. Si ayah pun segera mengendong anak itu keluar dari area penonton, dan membawa berjalan jalan untuk menenangkan. Cukup lama juga dan akhirnya mereka kembali ke tempat tadi dengan anaknya yang tersenyum lebih ceria dengan mainan ditangannya. Anak inipun sampai terpulas saat kedua orang tua mereka memutuskan untuk pulang sebelum acara selesai.</p>
<p>Tukang mainan tersebut sangat mungkin hanya melihat factor ekonomi, dengan menjajakan mainan untuk memikat keinginan anak – anak kecil. Tetapi di kejadian tersebut tidak hanya factor ekonomi saja yang terpenuhi tetapi juga keseimbangan terhadap hal yang lain. Orang tuanya juga masih bisa menikmati festival tersebut termasuk juga penonton di sekitarnya. Dan si anak gembira sampai terlelap dengan mainannya, melupakan kepenatan awal yang dia dapatkan sebelumnya.</p>
<p>Inilah yang menegaskan bahwa semua rangkaian aktifitas ini terkait sebagaimana mata rantai. Kehidupan terus akan saling mengisi dan melengkapi meski seberapa banyak kegiatan yang mungkin saja ada dan timbul.</p>
<p>Kehidupan ini selalu menyediakan alternatif. Seperti kita yang semestinya juga menjadi alternatif kebaikan dalam kehidupan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=191&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/30/tak-ada-yang-sia-%e2%80%93-sia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BOM SOLO, DAN YANG TERLUKA</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/27/bom-solo-dan-yang-terluka/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/27/bom-solo-dan-yang-terluka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 03:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa hari minggu di daerah Kepunton Solo, tepatnya di GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuhnya ) benar – benar membuat shock dan luka. Luka ini tidak hanya bagi mereka jemaat gereja tersebut secara langsung, tetapi juga masyarakat Kepunton, masyarakat Solo, dan &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/27/bom-solo-dan-yang-terluka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=188&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa hari minggu di daerah Kepunton Solo, tepatnya di GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuhnya ) benar – benar membuat shock dan luka. Luka ini tidak hanya bagi mereka jemaat gereja tersebut secara langsung, tetapi juga masyarakat Kepunton, masyarakat Solo, dan bangsa Indonesia.</p>
<p>Solo adalah kota yang sangat terbuka, kultur masyarakatnya adalah proses peralihan dari kultur petani ke dalam kultur masyarakat pedagang. Sebagai daerah pedalaman yang sangat ramai dengan perdagangan melalui sungai bengawan solo masa dulu, solo sudah tercatat sebagai bandar perdagangan. Kawasan batik laweyan adalah bentuk heritage yang menjelaskan hal tersebut. Sebagai kota dagang, masyarakat solo akan sangat terbuka, ramah, santun dengan siapapun yang masuk ke kota. Mereka menekan semua persepsi negative bagi pendatang yang masuk. Inilah kekuatan sekaligus kelemahan yang ada dalam proses budaya kota Solo. Idiom budaya yang disampaikan adalah blankon solo mentholnya dibelakang, ataupun orang Solo (Jawa) akan selalu menaruh kerisnya di belakang untuk kesehariannya, tetapi tidak akan ragu pada momen tertentu menaruh ke depan siap untuk puputan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meminjam istilah pak Walikota bahwa, Solo saat saat ini sedang terus membangun bangunan perahu kesamaan dalam keberagaman untuk mengatasi badai jaman yang acap kali lepas dari prediksi awal.  Bangunan tersebut tidak boleh rusak, koyak, bahkan hancur. Solo masih aman, gudeg ceker Margoyudan masih tetap buka dari malam sampai pagi, nasi hik,  intip goreg, belut goreng, kripik ceker semua masih produksi. Pasar klewer masih terus berdenyut, batik laweyan terus berbenah menyapa para pengunjung. Tidak ada yang berubah. Yang ada adalah setitik air mata atas luka akibat ada “saudara yang sakit” yang mungkin Tuhan lebih tahu bagaimana menyembuhkan sakitnya itu.</p>
<p>Kita memang marah, tapi untuk apa ? Kalau kemarahan itu hanya akan merugikan kita sendiri. Membuang energi kita, waktu kita dan juga harapan serta cita &#8211; cita di masa depan.<br />
Secara psikologis dan medis, kemarahan merupakan suatu sikap emosional yang berdampak negatif pada jantung. Saat marah, terjadi perubahan fisiologis seperti meningkatnya hormon adrenalin yang akan memengaruhi kecepatan detak jantung dan menambah penggunaan oksigen. Kemarahan akan memaksa jantung memompakan darah lebih banyak sehinga bisa mengakibatkan tingginya tekanan darah. Akibatnya bisa fatal bila pemarah tersebut memiliki penyakit darah tinggi atau jantung.</p>
<p>Kemarahan yang akan dibangun adalah kemarahan positip, dimana seluruh energi, waktu difokuskan pada penyelesaian efek domino atas kejadian tersebut. Struktur ekonomi Solo harus terus tetap diperhatikan dan dipertahankan. Kesempatan berusaha harus senantiasa dihidupkan, tidak ada istilah mundur untuk semua gerak maju dalam mewujudkan Solo sebagai kota otentik yang penuh dengan kekhasan yang menjual. Solo the future is Solo the past. Tidak ada rasa lelah untuk terus menjaga, membuktikan bahwa solo adalah heritage Indonesia. Solo Bersama Selamanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=188&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/09/27/bom-solo-dan-yang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berebut dan Berebut</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/24/berebut-dan-berebut/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/24/berebut-dan-berebut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 02:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUTUR KEHIDUPAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Java]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo the inspirers of Java]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali fenomena penampakan foto-foto kejadian yang layak menjadi perenungan di sela jeda hiruk pikuk. Banyak harapan, dogma, paradigma yang dibangun untuk menjadi lebih dari yang lain, menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan selalu ada pembanding yang untuk terus berlari, &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/24/berebut-dan-berebut/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=182&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali fenomena penampakan foto-foto kejadian yang layak menjadi perenungan di sela jeda hiruk pikuk.<a href="http://mahadayadiri.files.wordpress.com/2011/07/beratsama-dipikul.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-184" title="Beratsama dipikul" src="http://mahadayadiri.files.wordpress.com/2011/07/beratsama-dipikul.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> Banyak harapan, dogma, paradigma yang dibangun untuk menjadi lebih dari yang lain, menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan selalu ada pembanding yang untuk terus berlari, bersaing, berebut dan berebut. Disederhanakan bahwa kehidupan laksana kompetisi. Bebas memilih, untuk mencapai apa yang selalu dibahasakan sebagai suatu sukses. Manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya. Masa kaya mu sebelum miskin mu, Masa sehat mu sebelum masa sakitmu. Masa muda mu sebelum masa tua mu. Masa longgar mu sebelum masa sempitmu. Para pemuka berupaya agar umatnya menjadi terkemuka, orang tua berebut memposisikan agar generasinya menjadi yang terbaik bahkan lebih baik dari dirinya. Yang kaya dengan segala serta mertanya berstrategi untuk senantiasa tetap berada pada level predikat tersebut.  Normalism. Pengukuhan ini adalahbukti bahwa <em>Homo Homini Lupus</em> tak pernah hilang. Dajjal sudah semakin kasat mata.</p>
<p>Ketika semua berlarian pada track itu, apakah tidak ada jalur lain ? Tentu ada. Kehidupan sudah terposisikan sebagai multiple choice. Ada jalur bus way, tak perduli bagaimana itu harus ada. Atau jalur regular dengan proses macet yang <em>heehem</em>. Atau mungkin kita akan membangun jalur bersama, untuk tidak sekedar menjadi korban pilihan tetapi si empunya pilihan. Seperti kata sahabat saya, jika kita ingin bahagia dan senang, ya bahagia aja sekarang dan saat itu juga. Tanpa harus terlalu pusing dengan atribut yang lainnya. So<em> Enjoy aja lagi</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=182&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/24/berebut-dan-berebut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahadayadiri.files.wordpress.com/2011/07/beratsama-dipikul.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Beratsama dipikul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eman &#8211; Eman</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/17/eman-eman/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/17/eman-eman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 04:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan nama orang, tetapi adalah rasa yang timbul ketika menghadiri acara tirakatan hari lahirnya sebuah Kota Kabupaten. Begitu banyak hal yang dapat disayangkan dalam momen tersebut. Sering dikejar oleh pertanyaan kenapa &#8211; mengapa &#8211; apa tidak semestinya, benar &#8211; &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/17/eman-eman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=176&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan nama orang, tetapi adalah rasa yang timbul ketika menghadiri acara tirakatan hari lahirnya sebuah Kota Kabupaten. Begitu banyak hal yang dapat disayangkan dalam momen tersebut.<br />
Sering dikejar oleh pertanyaan kenapa &#8211; mengapa &#8211; apa tidak semestinya, benar &#8211; benar membenamkan ditengah hiruk pikuk kegembiraan yang melimpah ruah.<br />
Mendapatkan undangan atas acara ini, dipandang oleh sebagian orang adalah kesuksesan. Karena kesuksesan adalah pejalanan keluar yang dapat dilihat oleh semua orang sehingga parameter pencapaian jelas.<br />
Sementara kesuksesan sendiri tidak sepenuhnya membangunkan kebahagian.<br />
Saya adalah contoh yang betul betul mengalami. Bahwa kesuksesan saya bersanding dengan para pemangku kebijakan ternyata tidak sepenuhnya membahagiakan, karena saya merasa tidak damai atas hal yang berbenturan dengan kesepakatan batin. Eman &#8211; eman semestinya ada yang bisa lebih baik dari ini. Ada yang bisa lebih bahagia sepenuh hati dari pada ini. Saya terima ini karena memang saya bukan sebaik mereka dalam acara kepunyaan mereka. Inilah konsepsi pandang atas kehidupan yang membedakan.<br />
Satu pihak sekedar menjalankan kewajiban dan rutinitas masa lalu, meski senyatanya korelasi dengan masa kini sangat tipis. Ikut absen. Dan hanya mempertebal AKU dan KAMU, so what gitu lho.<br />
Begitulah waktu yang selalu berbias menurut kepentingan atas si empunya kuasa, dan selalu ada pembanding untuk mempertegas. Bahwa hitam dan putih adalah bagian dari harmonisasi. Dan buah itu tumbuh karena ditanam dan diinginkan. Begitu juga kesuksesan dan kebahagiaan.<a href="http://mahadayadiri.files.wordpress.com/2011/07/dscn1292.jpg"><img src="http://mahadayadiri.files.wordpress.com/2011/07/dscn1292.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" title="Tumbuh Di Bumi Indonesia" width="112" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-177" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=176&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2011/07/17/eman-eman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahadayadiri.files.wordpress.com/2011/07/dscn1292.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Tumbuh Di Bumi Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan, pengukuhan untuk kemulian</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/08/07/ramadhan-pengukuhan-untuk-kemulian-2/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/08/07/ramadhan-pengukuhan-untuk-kemulian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 06:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUTUR KEHIDUPAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu shalat subuh, selesai memberi salam langsung Sayidina Ali menadahkan tangan dan berkata : “Telah ku lihat para sahabat Nabi SAW, tetapi sekarag tidak ada lagi yang menyerupai mereka itu. Mereka (para sahabat) biasanya keluar pagi – pagi berambut &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/08/07/ramadhan-pengukuhan-untuk-kemulian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=173&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu shalat subuh, selesai memberi salam langsung Sayidina Ali menadahkan tangan dan berkata :</p>
<p>“Telah ku lihat para sahabat Nabi SAW, tetapi sekarag tidak ada lagi yang menyerupai mereka itu. Mereka (para sahabat) biasanya keluar pagi – pagi berambut kusut, wajah menguning berdebu dan mata mereka membesar sebesar lutut kambing karena semalaman suntuk bersujud dan berdiri shalat malam seraya membaca kitab Allah dan menggilirkan antara tapak dan kening ke tanah. Bila hari telah pagi mereka pun menginggat Allah hingga bergoyang badannya bagaikan pohon ditiup angin badai dengan air mata bercucuran membasahi kain. <em>Wallahi</em>, sekarang kulihat masyarakat lalai sepanjang malam.”</p>
<p>Kemudian Sayidina Ali pun bangkit. Dan sejak subuh itu beliau tidak pernah lagi kelihatan ketawa hingga beliau wafat oleh pukulan pedang Ibnu Muljam.</p>
<p>Jaman sekarang sangat relevan dengan apa yang menjadi kedukaan dari Sayidina Ali. Dan sangat mungkin saya pun ada di dalamnya.</p>
<p>Jaman sekarang sebagai jaman yang maju jaman <em>megatrend</em>, jaman <em>millennium</em>, setan sebenarnya telah pensiun muda. Investasi yang ditanamnya sudah sangat lama BEP, bahkan bunganya sudah lama berbunga.</p>
<p>Dimana akhirnya sekarang setan tidak lagi menggoda manusia. Dan yang terjadi adalah manusia sedang sedemikian rupa menggoda setan untuk menerima proposal penistaan diri mereka. Triliunan bahkan mungkin lebih proposal tersebut  ada setiap harinya.</p>
<p>Ramadhan, marhaban … . ya Ramadhan. Ampunilah hamba Ya Allah, karena rahmat dan kasihMulah, kami dapat menjemput bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, ampunan, dan kemulian. Engkau menangkan kami dengan perjalanan kesadaran hakiki. Ijinkanlah kami bersimpuh syukur dalam waktuMu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=173&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/08/07/ramadhan-pengukuhan-untuk-kemulian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cermin Hidup, Punya Dalam Ketidakpunyaan.</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/28/cermin-hidup-punya-dalam-ketidakpunyaan/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/28/cermin-hidup-punya-dalam-ketidakpunyaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 07:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUTUR KEHIDUPAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BLT]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Maha Daya Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Begitu banyak kejadian kehidupan yang sebenarnya sebagai alat untuk kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Proses pembelajaran ini sudah ada sejak jaman dahulu. Membaca kehidupan menjadikan kita lebih arif dan bijaksana dalam mengelola waktu di hayat perjalanan hidup. &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/28/cermin-hidup-punya-dalam-ketidakpunyaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=169&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu banyak kejadian kehidupan yang sebenarnya sebagai alat untuk kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Proses pembelajaran ini sudah ada sejak jaman dahulu. Membaca kehidupan menjadikan kita lebih arif dan bijaksana dalam mengelola waktu di hayat perjalanan hidup.</p>
<p>Ini kisah tentang Yu Marinem. Siapakah dia? Yu Marinem adalah tetangga kami. (Disadur dan Inspirasi oleh Ahmad Tohari).</p>
<p>Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Marinem dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Marinem adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Marinem adalah bukan milik sendiri.</p>
<p>Usia Yu Marinem sekitar lima puluhan, berbadan kurus, sangat miskin, yatim sejak kecil. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Marinem bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta .Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Marinem tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Marinem bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.</p>
<p>Meski hidupnya sangat miskin, Yu Marinem ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Marinem bertahan.Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.</p>
<p>Setelah emaknya meninggal Yu Marinem mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan.Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta .</p>
<p>Sudah empat tahun terakhir ini Yu Marinem kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil.  Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Marinem.</p>
<p>Kemarin Yu Marinem datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan.  Inilah hebatnya Yu Marinem. Semiskin itu Yu Marinem masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus.  Tapi Yu Marinem tidak pernah mau datang ke kantor.   Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf.</p>
<p>Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Marinem bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu.  Dan sejak itu saya melihat Yu Marinem memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Marinem, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri.</p>
<p>Saldo terakhir Yu Marinem adalah Rp 650 ribu<br />
Yu Marinem biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya.<br />
Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.</p>
<p>Permisi Pak, saya mau mengambil tabungan, apakah bisa? kata Yu Marinem dengan suaranya yang kecil.<br />
Saya menjawab :  tentu bisa.<br />
Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.<br />
Bagaimana bila Senin?  Yu Marinem berkata; Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.</p>
<p>Mau ambil berapa? tanya saya. Enam ratus ribu, Pak.jawab Yu Marinem.<br />
Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu? Yu Marinem tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.<br />
Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.</p>
<p>Sayapun terdiam&#8230;..Saya tahu Yu Marinem amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Marinem mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Marinem membeli kambing kurban.</p>
<p>Kemudian kata saya : Iya, Yu. Senin besok uang Yu Marinem akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Marinem bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Marinem benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?</p>
<p>Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.</p>
<p>Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita, saya berkata padanya. Wajah Yu Marinem benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Marinem pulang.</p>
<p>Setelah Yu Marinem pergi, saya termangu sendiri.Kapankah Yu Marinem mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim?</p>
<p>Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya?<br />
Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu.</p>
<p>Ah, Yu Marinem, saya jadi malu.<br />
Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban.<br />
Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban.</p>
<p>Ya, Yu Marinem.    Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=169&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/28/cermin-hidup-punya-dalam-ketidakpunyaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatamorgana keyakinan, dan estimasi tanpa dasar faktor gagalnya bisnis</title>
		<link>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/27/fatamorgana-keyakinan-dan-estimasi-tanpa-dasar-faktor-gagalnya-bisnis/</link>
		<comments>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/27/fatamorgana-keyakinan-dan-estimasi-tanpa-dasar-faktor-gagalnya-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 02:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mahadayadiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadayadiri.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Kamis malam jum’at adalah waktu luang dimana banyak sahabat yang datang membangun silaturahmi. Waktu itu kebetulan lebih longgar, seorang sahabat datang awal dan bercerita tentang bisnisnya dengan keyakinan barunya bagaimana memandang suatu bisnis yang akan dia kerjakan. “Mas kita harus &#8230; <a href="http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/27/fatamorgana-keyakinan-dan-estimasi-tanpa-dasar-faktor-gagalnya-bisnis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=166&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis malam jum’at adalah waktu luang dimana banyak sahabat yang datang membangun silaturahmi. Waktu itu kebetulan lebih longgar, seorang sahabat datang awal dan bercerita tentang bisnisnya dengan keyakinan barunya bagaimana memandang suatu bisnis yang akan dia kerjakan. “Mas kita harus optimis, meski harus dengan duit orang lain. Nah, saya sekarang tidak hanya optimis itu saja, tetapi optimis juga dengan bagaimana menggunakan tenaga orang lain. Ini akan saya jadikan konsepsi landasan berbisnis saya yang baru mas. Mumpung ada kesempatan saya sikat saja mas. Saat ini ada beberapa orang yang bekerja dengan saya. Dan beberapa perusahaan financial yang menyetujui ekspansi saya mas. “ O.. ya, tapi hati-hati lho njenangan jangan <em>kemronggo”</em>. Saya agak tidak berkenan dengan optimis njenengan yang sedemikan menggebu, dan kaburnya niat yang selama ini kita pahami dalam menjalankan usaha. Apalagi ajian mumpungnya itu lho. Sahabat saya itu tertawa, “ tenang aja”. “ Perbankan aja sudah memberikan pinjamannya lho mas “. “Saya tidak terlalu sepakat, janganlah sampean membuat fatamorgana keyakinan, dan membangun estimasi tanpa dasar, resiko sungguh jauh lebih besar, saya berusaha untuk terus menginggatkannya.</p>
<p>Peristiwa itu adalah satu tahun yang lalu, dan posisi sekarang dia sedang pada proses mengembalikan kondisi seperti di awal-awalnya dulu. Karena niatan bisnisnya dibangun dalam fatamorgana keyakinan, bukan keyakinan utuh, maka tidak ada kekuatan yang kokoh sebagai fondasi dalam memperjalankan usaha bisnisnya. Dan paradigma bisnis yang tidak berfondasi tidak menunjukkan karakter, berakibat rentan terhadap terpaan tantangan dan tekanan bisnis. Apa yang dapat kita ambil hikmah dari tutur kehidupan ini.</p>
<p><strong>Fatamorgana keyakinan</strong></p>
<p>Ketika membangun keyakinan atas suatu usaha ataupun cita-cita, kita seringkali gamang ditengah perjalanan. Begitu mudahnya kita berpaling atas suatu niat awal atau keyakinan yang tengah kita cipta. Konsistensi perjuangan melemah, gampang sekali terprovokasi. Akibatnya kehilangan fokus tujuan, dan cenderung tidak istiqomah. Yang terberat adalah kita seperti kehilangan keyakinan. Begitu keyakinan kita hilang atau melemah maka rute masa depan kita pun menjadi engga karuan mutar-muter seperti obat nyamuk. Disinilah kita sudah terjebak dalam fatamorgana keyakinan atau keyakinan semu.</p>
<p>Setiap hari kita berdoa agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun terkadang belumlah kebahagaian yang kita dapatkan malah terkadang ujian yang mendatangkan kesengsaraan. Biasanya keluhan terhadap masalah terjadi karena kita terlalu mengkhawatirkan masa depan nantinya. Kita khawatir jika masalah ini memberikan dampak negative dalam kehidupan kita . Kekhawatiran berupa kekurangan materi, harta, kekurangan makanan, kehilangan pekerjaan, tidak bisa makan, atau kekhawatiran lainnya yang membuat tidak nyaman. Padahal 80% yang kita khawatirkan tidak pernah terjadi. Padahal banyak kekhawatiran yang ternyata justru membuat kita terperangkap dan mengkungkung kreatifitas kita dalam bekerja. Ketika masalah hadir, stress atau ketegangan mutlak terjadi. Namun kita bisa me<em>manage</em> dengan baik stress itu agar stress yang terjadi bukan membuat khawatir justru membuat kita lebih kreatif. Untuk itu keyakinan harus utuh, bulat dan jangan memfatamorganakan keyakinan atau berjalan dalam keyakinan semu.</p>
<p>Ada beberapa hal yang harus dibangun dan dikuatkan dalam memperteguh keyakinan. Sabar adalah kunci kesuksesan seorang hamba, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya (yang artinya): <em>“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”.</em> (Qs. Al Imran: 200).</p>
<p>Meyakini akan besarnya balasan dan pahala atas kesabaran tersebut. Diantaranya:</p>
<p>a. Mendapatkan pertolongan Allah, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): “<em>Dan Allah beserta orang-orang yang sabar</em>”. (Qs. Al Baqarah: 249).</p>
<p>b. Mendapatkan shalawat, rahmat dan petunjuk Allah, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:” Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. <em>Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk</em>” (Qs. Al Baqarah: 155-157).</p>
<p>Yakin dan percaya akan mendapatkan pemecahan dan kemudahan, sebab Allah telah menjadikan dua kemudahan dalam satu kesulitan sebagai rahmat dari-Nya. Inilah yang difirmankan Allah (yang artinya<em>): “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>”. (Qs. Al Insyirah: 5-6).</p>
<p>Sabar yang seutuhnya adalah elemen dasar kita menuju konsistensi terhadap tujuan, dan istiqomah terhadap pencapaian. Dengan sabar maka kita akan membalikan keyakinan yang semu dan rapuh menjadi keyakinan yang utuh dan senyatanya.</p>
<p><strong>Estimasi tanpa dasar</strong></p>
<p>Teori-teori dalam manajemen sudah begitu banyak terungkapkan dan dikembangkan. Bahwa perencanaan adalah hal yang perlu diperhatikan saat kita mau memulai membangun kesuksesan. Seringkali orang memang tidak membuat perencanaan untuk keberhasilannya. Mereka hanya mencoba dan mencoba, meski pada saat itu dilakukan, mereka harus jatuh bangun, perih, dan pedih.</p>
<p>Kegagalan memang tidak pernah dipersiapkan. Tetapi membangun anti kegagalan adalah upaya kita untuk tetap bertahan dalam merealisasikan kesuksesan. Bisnis adalah organisasi yang sangat dinamis. Perubahan yang terjadi di dalamnya begitu cepat, baik karena percepatan waktu, jaman, maupun tingginya ekspetasi akan terpenuhinya sebuah keinginan.</p>
<p>Bila ekspetasi tanpa didasari pada estimasi yang realistis, maka kita harus siap menerima kondisi melesetnya harapan. Ngawur, asal, ceroboh, <em>grusa-grusuh, hantam kromo</em> adalah tindakan tanpa estimasi dasar. Akibatnya adalah musibah dan depresi yang akan menghantui kita. Jika anda mengalami musibah yang menyebabkan depresi, ada cara yang disebut dengan <em>Reframming</em>, yang<em> </em>semoga dapat menjadi cara mudah untuk melepaskan depresi tersebut.</p>
<p><em>1. Catatlah 3 Hal yang telah hilang dari diri anda </em></p>
<p><em>2. Catatlah 1 Hal yang paling anda khawatirkan terjadi dengan keadaan ini </em></p>
<p><em>3. Catatlah 3 Hal yang tidak akan terjadi dengan keadaan ini </em></p>
<p><em>4. Catatlah 5 Sumber daya yang masih anda miliki </em></p>
<p><em>5. Catatlah 5 Hikmah dari kejadian yang anda alami </em></p>
<p>Buatlah catatan itu dalam sebuah kertas besar yang menyadarkan anda bahwa masih banyak hikmah dari kejadian yang ada dapatkan. Anda boleh saja bersedih menerima musibah yang anda hadapi namun ketahulilah masih banyak pula yang masih bisa anda kerjakan. Hidup anda tidak boleh berakhir karena kejadian ini karena perjalanan masihlah sangat panjang dan perjuangan hidup yang sesungguhnya barulah anda mulai. Yakinilah diri anda bahwa semua pasti akan berlalu. “Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah,” demikian lantunan lagu yang mengingatkan kita untuk “Jangan Menyerah” dalam menapaki kehidupan.</p>
<p>Kegagalan dalam bisnis adalah dimulai dari persiapan yang minim. Bukan hanya kaitan dengan modal financial yang selalu menjadi alasan utama, tetapi mentalitas, kompetensi, skill seyogyanya juga dipersiapkan. Banyak pula yang jatuh hanya karena minimnya kemampuan dalam manajemen diri dan mentalitas. Konsepsi memberi akan mendapat lebih, perlu menjadi dasar awalan langkah. Bila kita ingin membangun bisnis maka kita harus memberi lebih banyak kepada bisnis tersebut agar mampu berkembang dan hidup. Bukan malah sebaliknya. Disinilah juga perlunya pemahaman tentang pendidikan financial. Apa itu bertindak dengan dasar investasi, bisnis, liabilitas, cash flow, fix cost, dll.</p>
<p>Untuk itulah jika kita ingin melakukan hal yang besar, maka kita juga harus berfikir, bertindak, bersikap, dengan pola &#8211; pola yang lebih besar, lebih luas, terukur, serta sistematis tanpa harus merasa tersekat atau terbatasi. Bila dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Maka energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Dan bila bisnis kita lakukan dengan jalan tersebut, maka apa yang akan dapat kita tuai ? ……</p>
<p>Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Semoga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mahadayadiri.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mahadayadiri.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mahadayadiri.wordpress.com&amp;blog=5245266&amp;post=166&amp;subd=mahadayadiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadayadiri.wordpress.com/2010/07/27/fatamorgana-keyakinan-dan-estimasi-tanpa-dasar-faktor-gagalnya-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/266bdad253c34c2e4c85b1c583c82832?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mahadayadiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
